Catat waktunya dan jangan lewatkan momen berharga ini.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Syuriah NU Kyai Soleh Sulkhani dan diikuti peserta ziarah serta imam masjid dan mushola se-Desa Panusupan.
Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama yang dipimpin Kyai Abtokhi Abdul Majid serta Sedekah Bumi yang dipimpin PJ Kepala Desa Panusupan, Bapak Tarwoto, S.E.
Peserta dari masing-masing RW dan kelompok masyarakat membawa gunungan hasil bumi dengan formasi barisan agung dan tenongan.
Penampilan tari kolosal dari sanggar Lembah Trenggulun dengan judul “BISIK NURANI KAWULA TANI” yang dibawakan penari se-Kabupaten Banyumas.
Dipandu oleh komunitas senam Panusupan.
Kegiatan jalan sehat dengan tiket undian seharga Rp5.000 dan terbuka untuk umum.
Pertunjukan seni tari tradisional ebeg kontemporer khas Banyumasan oleh grup Wahyu Mugi Lestari.
Festival permainan api berupa kesenian obor, kembang api, dan pertunjukan Abid.
Pentas musik sebagai ruang ekspresi generasi muda.
Pertunjukan musik dromenan kolosal yang menghadirkan harmoni tiup tradisional Banyumasan yang unik.
Penampilan Grup Ebeg Sejuta Umat.
Penampilan Barongsai dari Singa Timur Klenteng Ho Tek Bio Purwokerto serta Ronggeng dari grup Desa Panusupan.
Petualangan jelajah alam pedesaan menyusuri perbukitan dan lereng Gunung Slamet.
Penampilan grup Ebeg dari RW 3 dan RW 4 Desa Panusupan.
Diisi grup An Nabawi dari Pemuda Panusupan dan dilanjutkan santunan zakat untuk anak yatim.
Permainan tradisional berbasis budaya lokal yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Kelanjutan kompetisi berbagai lomba permainan tradisional rakyat untuk memperebutkan juara utama.
Penampilan Grup Campursari Candra Birawa.
Prosesi ruwatan dipimpin Dalang Dul Salam dari RW 4 Desa Panusupan.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Kukuh Bayu Aji dari Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.