Temukan 20 rangkaian kegiatan kebudayaan terlengkap dari para seniman luhur dan pegiat tradisi yang menghidupkan kemegahan festival Wong Tani di Desa Panusupan.
Ziarah ke makam sesepuh Desa Panusupan dipimpin oleh Ketua Syuriah NU Kyai Soleh Sulkhani, memohon doa keselamatan demi kelancaran festival.
Upacara pensucian pusaka peninggalan leluhur dilanjutkan Sedekah Bumi yang dipimpin langsung oleh PJ Kepala Desa Panusupan, Bapak Tarwoto, S.E.
Arak-arakan gunungan hasil bumi raksasa dari Balai Desa menuju Lapangan Utama oleh warga dusun berpakaian adat lengkap.
Drama tari kolosal bertajuk "Bisik Nurani Kawula Tani" yang dipentaskan oleh ratusan seniman bertalenta se-Kabupaten Banyumas.
Kegiatan kebugaran jasmani bersama seluruh warga desa di pagi hari yang cerah untuk membangkitkan semangat kebersamaan.
Jalan sehat menyusuri keindahan persawahan Panusupan, dimeriahkan pembagian aneka doorprize menarik untuk peserta.
Pagelaran seni ebeg (kuda lumping) tradisional dengan aransemen kontemporer yang dinamis dan penuh energi magis.
Atraksi spektakuler tarian api, permainan obor tradisional, dan formasi Abid yang menghiasi kegelapan malam pedesaan.
Konser musik bertajuk "Harmoni Sinar dalam Dekapan Alam Trenggulun" sebagai panggung ekspresi kreatif pemuda.
Ansambel musik tiup bambu tradisional khas pedesaan Banyumasan yang menyuarakan melodi alam pegeseran yang syahdu.
Atraksi kesenian rakyat kuda kepang manunggal dengan iringan gamelan calung banyumasan berirama riang.
Kolaborasi kebudayaan lintas batas menampilkan atraksi Barongsai Singa Timur bersanding dengan Ronggeng Banyumasan.
Jelajah alam petualangan menyusuri rute bersejarah benteng alam Panusupan, menguji ketangkasan dan kekompakan tim.
Penampilan ebeg babak pagi hari oleh paguyuban kesenian cilik guna meregenerasi kecintaan anak muda terhadap warisan leluhur.
Acara keagamaan pengajian rohani, lantunan sholawat nabi, serta penyerahan santunan zakat bagi anak-anak yatim piatu.
Perlombaan seru egrang bambu, bakiak kolosal, dan tarik tambang antar rukun warga guna melestarikan olahraga tradisional.
Kelanjutan babak final lomba permainan tradisional dan demonstrasi memahat mainan bambu oleh para pengrajin lokal.
Panggung malam keakraban menampilkan lagu campursari syahdu yang mengajak seluruh warga menari bersama di bawah bintang.
Prosesi adat sakral ruwatan bumi sebagai simbol penyucian wilayah dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dipimpin sesepuh adat.
Pergelaran wayang kulit semalam suntuk dibawakan secara spektakuler oleh Ki Dalang Kukuh Bayu Aji, menutup festival secara agung.