Profil Pokdarwis Astagina & Festival Budaya Wong Tani #2
Profil Penyelenggara
Kelompok Sadar Wisata pendorong kemajuan seni budaya, pengembangan destinasi wisata kreatif, dan pemberdayaan UMKM lokal secara terpadu dan berkelanjutan.
Didirikan melalui Musyawarah Desa pada 08 September 2025, Pokdarwis Astagina dibentuk sebagai wadah partisipasi aktif masyarakat. Kami berkomitmen penuh menjadi motor penggerak gotong royong dan kolaborasi bersama pemerintah desa, komunitas seni, pelaku usaha, serta generasi muda dalam mempromosikan pariwisata Desa Panusupan secara global.
"Menjadi organisasi penggerak pariwisata dan budaya desa yang kreatif, mandiri, berdaya saing, serta mampu melestarikan kearifan lokal untuk kesejahteraan masyarakat."
Kolaborasi pelestarian tradisi sedekah bumi banyumas yang menghadirkan kirab budaya, pagelaran kesenian rakyat, bazar halal produk lokal tani, dan kuliner tradisional Panusupan.
Bentuk komitmen nyata pelestarian seni pedalangan luhur sebagai warisan budaya bangsa, menggelar pentas wayang kulit agung, pameran lokal, dan edukasi budaya bagi generasi muda.
Sebuah kolaborasi budaya agraris yang memadukan keindahan tradisi Banyumas dengan stimulus UMKM ekonomi kreatif pedesaan.
Masyarakat Banyumas secara historis merupakan masyarakat agraris yang meletakkan sendi kehidupannya pada kesuburan tanah dan ritme alam. Di tengah arus modernisasi, Pokdarwis Astagina Desa Panusupan menginisiasi "Festival Budaya Wong Tani" sebagai ikhtiar kolektif merawat identitas luhur budaya tani agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah.
Bertepatan dengan bulan Asyura 1448 H (Juli 2026), edisi ke-2 festival ini menjadi sarana spiritual kesalehan sosial, penguat solidaritas, sekaligus stimulus kreatif bagi masyarakat desa untuk melahirkan ekonomi baru berbasis komoditas pertanian dan budaya.
"Merawat Tradisi, Menuai Inovasi: Sinergi Budaya dan Pertanian Menuju Kemandirian Desa"
Menjaga eksistensi kesenian tradisional Banyumas (Ebeg, Ronggeng, Jemblung) agar lestari lintas generasi.
Prosesi agung Kirab Pusaka dan Ruat Bumi sebagai doa keberkahan hasil bumi tani Desa Panusupan.
Memfasilitasi panggung bazar ekonomi kreatif bagi produk olahan lokal tani secara luas.
Mengokohkan kesalehan sosial melalui kegiatan religi dan santunan sukarela bagi anak yatim piatu.
Menyatukan ragam elemen masyarakat dalam memajukan budaya tani bernilai ekonomi tinggi.
Sebagai pelaku utama pelestarian budaya tani lokal.
Target utama edukasi kesenian Ebeg, Jemblung, & Rodad.
Pemasaran terpadu bagi produk agribisnis dan suvenir desa.
Meningkatkan kunjungan wisata regional Cilongok Banyumas.
Agenda festival 5 hari diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bernilai tambah yang nyata bagi masyarakat.
Bazar kuliner & kerajinan fisik langsung melipatgandakan pendapatan UMKM desa.
Gunungan hasil bumi mendorong optimalisasi produk pertanian segar bernilai tambah.
Menumbuhkan jasa sewa kostum seni, parkir kreatif, serta penginapan homestay lokal.
Penguatan citra Desa Wisata Budaya Panusupan menarik investasi pariwisata masa depan.